BeritaDunia Kerja

Mendes Dorong Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja di Desa

JobKITA.com

JobKita.com – BANTEN – Mendes dorong lulusan ciptakan lapangan kerja di desa menjadi pesan utama dalam momentum wisuda Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten tahun 2026. Ajakan ini disampaikan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto.

Dalam kesempatan tersebut, Yandri menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya lulusan perguruan tinggi, untuk tidak hanya mencari pekerjaan. Namun, mereka diharapkan mampu membuka peluang kerja baru di desa melalui pemanfaatan potensi lokal.

Selain itu, pemerintah saat ini menempatkan desa sebagai pusat pembangunan ekonomi. Hal ini sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan dari desa dan dari bawah.

Peran Strategis Desa dalam Pembangunan Ekonomi

Mendes dorong lulusan ciptakan lapangan kerja di desa bukan tanpa alasan. Desa kini memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional. Pemerintah menilai desa sebagai fondasi penting dalam pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Program Asta Cita ke-6 menjadi landasan utama kebijakan ini. Fokusnya adalah membangun ekonomi dari desa agar lebih merata. Karena itu, berbagai program prioritas diarahkan untuk mendukung potensi desa.

Salah satu program unggulan adalah Koperasi Desa Merah Putih. Program ini dirancang untuk memperkuat ekonomi desa berbasis komunitas. Selain itu, program ini juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat desa.

Peluang Lapangan Kerja dari Program Desa

Dalam implementasinya, Kemendes PDT telah menjalankan 12 Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia. Program ini mencakup berbagai sektor yang dapat dikembangkan oleh masyarakat desa.

Beberapa peluang yang bisa dimanfaatkan antara lain:

  • BUM Desa yang mampu menyerap 7–10 tenaga kerja
  • Koperasi Desa Merah Putih dengan potensi tenaga kerja 7–10 orang
  • Desa ekspor yang dapat melibatkan 10–15 pekerja
  • Desa wisata dengan potensi hingga 100 tenaga kerja

Selain itu, program desa ekspor menjadi salah satu yang paling berkembang. Saat ini, sudah ada sekitar 400 desa ekspor dengan nilai transaksi mendekati Rp1 triliun.

Sementara itu, desa wisata juga terus didorong. Banten sendiri memiliki banyak desa rintisan yang berpotensi menjadi destinasi wisata berbasis lokal.

Potensi Desa Tematik yang Bisa Dikembangkan

Mendes dorong lulusan ciptakan lapangan kerja di desa juga melalui pengembangan desa tematik. Konsep ini memanfaatkan potensi unggulan desa untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Beberapa contoh desa tematik yang bisa dikembangkan meliputi:

  • Desa ayam petelur
  • Desa peternakan pedaging
  • Desa ikan nila dan lele
  • Desa jagung dan bawang merah
  • Desa jahe dan komoditas herbal

Potensi ini dinilai sangat menjanjikan. Selain memenuhi kebutuhan lokal, produk desa juga dapat menembus pasar ekspor jika dikelola dengan baik.

Namun, pengelolaan yang optimal tetap menjadi kunci utama. Oleh karena itu, lulusan perguruan tinggi diharapkan membawa inovasi dan pengetahuan ke desa.

Ubah Mindset Lulusan, Dari Pencari Kerja Jadi Pencipta Kerja

Yandri menegaskan bahwa perubahan pola pikir menjadi hal penting. Lulusan tidak hanya fokus mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang kerja.

Menurutnya, menjadi pegawai negeri atau karyawan tetap tetap merupakan pilihan baik. Namun, di sisi lain, menciptakan usaha di desa memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.

Karena itu, integrasi antara program desa dan Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi langkah strategis. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dapat diarahkan untuk mendukung pembangunan desa.

Selain itu, Kemendes PDT juga menggagas program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI). Program ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan.

Kolaborasi Kampus dan Pemerintah Perkuat SDM Desa

Sebagai bentuk dukungan nyata, dilakukan penandatanganan kerja sama antara Kemendes PDT dan UIN SMH Banten. Kerja sama ini mencakup pertukaran data, pendidikan, pelatihan, hingga pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa. Dengan demikian, lulusan perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam pembangunan desa.

Sementara itu, kehadiran berbagai pejabat Kemendes PDT dalam acara tersebut menunjukkan komitmen pemerintah. Dukungan ini menjadi sinyal kuat bahwa desa menjadi prioritas pembangunan nasional.

Optimisme Desa sebagai Pusat Pertumbuhan Baru

Mendes dorong lulusan ciptakan lapangan kerja di desa menjadi langkah nyata dalam menjawab tantangan ekonomi saat ini. Dengan potensi besar yang dimiliki desa, peluang pertumbuhan ekonomi semakin terbuka lebar.

Meskipun begitu, tantangan tetap ada. Diperlukan sinergi antara pemerintah, kampus, dan masyarakat untuk memastikan program berjalan optimal.

Namun, dengan dukungan kebijakan yang tepat dan keterlibatan generasi muda, desa berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. Karena itu, peran lulusan perguruan tinggi menjadi sangat krusial dalam mewujudkan hal tersebut.

Baca Juga