JobKITA.com, Jakarta – Banyak pencari kerja merasa bingung setelah menjalani interview, terutama saat hasil belum juga diinformasikan. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah melakukan follow up kepada recruiter. Namun, follow up tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Ada etika dan cara yang harus diperhatikan agar pesanmu tetap sopan dan kemungkinan mendapat balasan lebih besar.
Follow up yang baik justru bisa memberikan kesan profesional di mata recruiter. Sebaliknya, follow up yang berlebihan atau terlalu mendesak bisa membuat perusahaan kurang nyaman. Oleh karena itu, penting bagi setiap kandidat untuk memahami cara yang tepat agar komunikasi berjalan lancar.
Berikut beberapa tips follow up interview kerja agar pesanmu dibalas oleh recruiter.
Tunggu Waktu yang Tepat
Jangan langsung menghubungi HR sehari setelah interview. Idealnya, tunggu 3–7 hari kerja sebelum mengirim pesan follow up.
Gunakan Bahasa yang Sopan
Pastikan email atau pesanmu menggunakan bahasa formal dan menunjukkan rasa hormat. Hindari nada memaksa atau menuntut.
Sebutkan Posisi yang Dilamar
Agar recruiter mudah mengingat, cantumkan kembali posisi pekerjaan yang kamu lamar dalam pesan follow up.
Tunjukkan Antusiasme
Sampaikan bahwa kamu sangat tertarik dengan posisi tersebut tanpa terkesan berlebihan. Ini akan menambah nilai positif di mata HR.
Singkat dan Jelas
Pesan follow up tidak perlu panjang. Cukup ucapkan terima kasih atas kesempatan interview, tanyakan perkembangan proses rekrutmen, dan sertakan kontak aktifmu.
FAQ
Apakah follow up selalu perlu dilakukan?
Tidak selalu, tetapi follow up dapat menunjukkan antusiasme dan profesionalisme.
Lebih baik follow up via email atau WhatsApp?
Email lebih formal dan aman, namun jika recruiter memberikan nomor WhatsApp, bisa digunakan dengan tetap sopan.
Apa yang harus ditulis di akhir follow up?
Ucapkan terima kasih dan tekankan kesiapanmu untuk tahap seleksi selanjutnya.





